Pesona Gua Jatijajar dengan Keindahan Batu Kapur Alami di Kebumen Jawa Tengah

969 views
0

WartaWisata.ID Gua Jatijajar adalah sebuah situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah, yang terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Gua Jatijajar mulai dibangun dan dikembangkan sebagai obyek wisata pada tahun 1975. Penggagasnya adalah Gubernur Jawa Tengah pada masa itu, yaitu Suparjo Rustam.

Wisata ke goa tentunya menyimpan sejumlah kekayaan alam sekaligus cerita entah berupa legenda ataupun misteri yang kerap hidup di tengah masyarakatnya. Menyusuri perut bumi yang tampak gelap tentu memiliki sensasi tersendiri. Goa Jatijajar bisa menjadi pilihan menarik untuk menikmati waktu berlibur bersama keluarga.

Gua Jatijajar merupakan gua alam yang awalnya terbentuk dari batu kapur. Panjang keseluruhan Gua Jatijajar dari pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian dari permukaan laut 50 meter.

Gua ini pertama kali ditemukan pada tahun 1802 oleh seorang petani yang bernama Jayamenawi. Pada suatu ketika Jayamenawi sedang mengambil rumput di ladang, ia terperosok ke dalam sebuah lubang. Sejumlah warga berusaha membantu Jayamenawi dengan cara membersihkan tanah penutup lubang. Mereka ternyata mendapati bahwa lubang tersebut mengarah ke dalam gua. Ternyata lobang itu adalah sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Goa tersebut. Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada dibawahnya 24 meter.

Dari pusat kota Kebumen tinggal mengikuti rute Kebumen-Karanganyar-Glombor. Dari sana lanjutkan perjalanan menuju kecamatan Ayah dengan mengikuti jalur menuju Pantai Ayah. Kemudian ikuti petunjuk menuju Goa Jatijajar.

Bila belum yakin para wisatawan bisa bertanya pada penduduk sekitar yang akan dengan senang hati memberikan petunjuk menuju Goa Jatijajar. Dari pusat Kota Kebumen kamu bisa menempuh perjalanan selama 1 jam.

Masuk ke dalam goa pengunjung akan menemukan stalagmit dan pilar atau tiang kapur. Pertemuan stalagmit dan stalagtit akan semakin membuatmu berdecak kagum akan keindahannya. Ditambah lagi dengan beberapa penerangan buatan yang semakin mempercantik suasana di dalam.

Tak hanya itu saja Goa Jatijajar juga menyimpan keindahan berupa diorama dan patung yang diletakkan di dalam goa. Terdiri dari 8 diorama dan 32 patung yang semakin menambah apik pemandangan di di dalamnya. Diorama dan patung ini ternyata menceritakan tentang kisah Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung yang masih berkaitan dengan cerita munculnya nama Jatijajar.

Di dalam goa juga akan menemukan beberapa sungai atau sendang yang airnya tak pernah kering meskipun musim kemarau. Diantaranya Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar dan Sendang Kanthil. Sendang tersebut memang cukup terkenal dan menyimpan sebuah mitos tersendiri.

Goa Jatijajar memiliki fasilitas yang terbilang cukup lengkap. Mulai dari pedagang cinderamata, pedagang makanan maupun oleh-oleh khas Kebumen. Tersedia juga toilet dan musholla. Untuk penginapan atau hotel memang belum tersedia di dekat Goa Jatijajar. Goa Jatijajar mulai buka pukul 09.00-17.00.

Komentar kamu?