Pesona Masjid Agung Demak Sebagai Kesaksian Perkembangan Islam di Demak Jawa Tengah

1,025 views
0

WartaWisata.ID Masjid Agung Demak dalah salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Demak menjadi lokasi bagi masjid yang menjadi salah satu pusat dakwah agama Islam di Pulau Jawa, yaitu Masjid Agung Demak. Masjid ini konon dibangun oleh Raden Patah dan Wali Songo hanya dalam waktu satu malam.

Masjid tersebut berdiri sejak sekitar abad ke-15 dan dibangun oleh sultan pertama dari Kesultanan Demak bernama Raden Patah, serta para Wali Songo yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa. Kabarnya, pembangunan masjid tersebut selesai dalam waktu tak lebih dari sehari.

Masjid Agung Demak terbuat dari kayu jati yang ditopang oleh empat buah tiang kayu raksasa atau saka guru. Keempat saka ini konon dibuat oleh para wali songo. Saka sebelah tenggara dibuat oleh Sunan Ampel, Sebelah barat daya dibuat Sunan Gunung Jati, barat daya oleh Sunang Bonang dan sebelah timur laut merupakan sumbangan Sunan Kalijaga.

Saka yang dibuat sunan Kalijaga berbeda dengan Sunan lainnya, potongan balok yang telah disusun lalu diikat menjadikannya (saka tatal) berbeda dengan saka persembahan sunan-sunan lainnya. Pada serambi depan masjid terdapat delapan buah tiang yang merupakan bangunan tambahan dari jaman Adipati Yunus (Pati Unus).

Serambi depan Masjid Agung Demak berbentuk bangunan terbuka dengan tiang-tiang ukiran yang memiliki bentuk menarik sebagai penyangganya. Disana juga terdapat dua bedug dengan ukuran 3,5 x 2,5 m. Masjid dengan arsitektur nusantara yang khas ini mempunyai atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Atap masjid berbentuk limas ini memiliki makna yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya, yaitu : iman, islam, dan ihsan.

Bagian pintu masjid memiliki lima buah pintu yang bermakna rukun islam yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Sementara rukun iman tercermin dari jendela masjid yang memiliki enam buah jendela.

Ketika berkunjung, selain bisa beribadah pengunjung juga bisa ziarah ke makam muslim di kawasan masjid. Ada makam Raden Patah, Syekh Maulana Magribi dan lain-lain. Selain itu ada pula Museum Masjid Agung Demak yang dikunjungi setiap hari Sabtu-Kamis sekitar pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Komentar kamu?