Masjid Beuracan, Masjid Tertua di Pidie Jaya, Aceh

1,135 views
0

WartaWisata.ID Masjid Teungku Di Pucok Krueng Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya atau biasa dikenal dengan masjid Beuracan merupakan satu dari sejumlah masjid bersejarah di kabupaten Pidie Jaya. Masjid Beuracan dinobatkan sebagai Masdid tertua di Aceh karena berusia 300 tahun.

Masjid dengan bentuk empat persegi mudah ditemukan, berada persis di pinggir jalan negara, lintas Banda Aceh-Medan (dari arah barat) atau memasuki Kecamatan Meureudu, terdapat dua masjid dalam satu kompleks yang langsung terlihat oleh siapa saja yang melintas di kawasan itu. Di bantaran sungai Krueng Beuracan, Meureudu inilah Masjid Tgk Di Pucok Krueng yang masih berdiri kokoh dengan arsitek klasik yang masih terpelihara sampai saat ini.

Sejarah Singkat, Masjid Teugu di Pucok Krueng ini di bangun oleh Teungku Muhammad Salim pada tahun 1622 M, pada masa pemerintahan Iskandar Muda. Teungku Muhammad Salim merupakan seorang Ulama dari Madinah yang datang ke daerah Meureudu bersama Teeuku Japakeh dam malem dagang dalam rangka pengembangan Islam. Teuku Muhammad Salim menetap di Hulu sunggai Pucok Krueng sehinnga beliau diberi gelar/laqab Teungku di Pucok Krueng. Masjid ini di renovasi oleh masysrakat pada tahun 1947 M. Tahun 1990 oleh bidang permuseumansejarah kepurbakalaan kanwil. Depdikbud Provinsi daerah istimewa Aceh Masjid ini di pugar dengan memperbaiki dinding, mengganti beberapa tiang dan atap yang rusa

Masjid beuracan beratap tumpang 3 dari bahan seng dan berdinding kayu dengan ukiran dekoratif motif Aceh serta sulur-suluran. Masjid tersebut ditopang oleh 16 buah tiang sebagai soko guru yang berdiameter 52 cm yang menopang atap bagian atas. Masing-masing tiang tersebut berbentuk segi delapan dan satu buah tiang di antaranya telah diganti dengan bentuk yang sama. Bedug digunakan untuk memanggilkan orang muslim bahwasannya waktu solat fardu tiba (AZAN). Bedug juga digunakan pada bulan puasa yang dipukulinya saat ketika berbuka puasa tiba.
Beduk di Masjid Beuracan terbuat dari kulit sapi dan batang pohon lontar. Namun untuk ukuran beduknya sendiri panjang nya memiliki 142 cm, dan bagian depan beduk berdiameter 75 cm, dan diameter badannya 67 cm, dan diameter dasarnya 51 cm.

Komentar kamu?