Benteng Rotterdam, Tempat Sejarah Perjuangan Melawan Penjajah di Makassar, Sulawesi Selatan

1,344 views
0

WartaWisata.ID Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bangunan yang juga disebut Benteng Ujung Pandang atau Benteng Panyyua itu dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa ‘risi’ Kallonna. Semula, Kerajaan Gowa Tallo memiliki 17 buah benteng dan Benteng Ujung Pandang lah yang paling megah.

Dalam catatan sejarah, benteng ini pernah hancur akibat penyerbuan Belanda ke Kerajaan Gowa. Sebab, mereka ingin menguasai jalur perdagangan rempah-rempah. Usai satu tahun digempur secara terus menerus oleh Belanda, Kerajaan Gowa-Tallo kalah. Pada 18 November 1667, mereka meneken Perjanjian Bongaya, di mana salah satu poinnya berisi penyerahan benteng ini kepada pasukan Belanda.

Begitu memasuki benteng, para wisatawan diharuskan mengisi buku tamu dan tujuan kunjungan di sebelah kiri pintu masuk. Kemudian, para wisatawan dapat melihat bangunan sejarah yang masih kokoh hingga saat ini.

Benteng Rotterdam memiliki luas 2,5 hektare dan di dalamnya terdapat 16 buah bangunan dengan luas 11.605,85 meter persegi. Untuk masuk ke dalam museum, traveler diwajibkan membayar Rp 5.000 untuk orang dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak. Namun, jangan khawatir jika ingin memasuki dua museum, maka cukup membayar tiket masuk satu kali saja.

Di dalam area Benteng Rotterdam terdapat satu bangunan kecil yang menjadi saksi pahlawan nasional Pangeran Diponegoro ditahan saat masa penjajahan Belanda. Ruang yang sempit tempat menahan Diponegoro terletak di samping Museum La Galigo.

Komentar kamu?