Potensi dan Langkah Strategis Pengembangan Pariwisata Kepulauan Seribu

Lantas bagaimanakah agar Kepulauan Seribu dapat optimal memberikan manfaat pariwisata bagi warga masyarakat dan akhirnya meningkatkan taraf hidup warganya serta memberikan nilai tambah pariwisata bagi pemerintah DKI Jakarta?

704 views
0

WartaWisata.ID Pemerintah melalui Kementrian pariwisata telah menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas Indonesia yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Pulau Morotai di Maluku Utara, Kepulauan Seribu di Jakarta, Tanjung Lesung di Banten, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Destinasi tersebut memiliki potensi yang hampir komplet dari segi alam, budaya, kuliner, dan tradisi dan khusus empat destinasi telah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yaitu KEK Mandalika di Lombok, KEK Tanjung Kelayang di Belitung, KEK Tanjung Lesung Banten, dan KEK Morotai.

Lantas bagaimana dengan Jakarta yang masuk dalam 10 destinasi prioritas tersebut dengan masuknya Kepulauan Seribu menyikapi serta mempersiapkan agar destinasi prioritas tersebut bisa berkembang sejalan dengan target dan sasaran pemerintah turut dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu.

Kepulauan Seribu memiliki tiga jenis wisata yang menjadi daya tarik pariwisata, ketiga jenis wisata ini adalah wisata pantai (pulau wisata umum) terdapat di 45 pulau, wisata cagar alam ada di dua pulau dan wisata sejarah terdapat di empat pulau. Dari keberagaman jenis wisatanya dapat dilihat dari penggunaan pulau di Kepulauan Seribu, terdapat 11 pulau wisata yang merupakan pulau permukiman, 4 pulau wisata sejarah merupakan kawasan Pulau Onrust, serta wisata konservasi yang terdapat di Pulau Rambut dan Pulau Bokor.

Keberadaan wisata ke Kepulauan Seribu hingga saat ini belum termanfaatkan dengan optimal, hal ini terlihat pulau-pulau yang dikunjungi hanya berupa pulau yang potensinya masih terfokus kepada wisata pantai dan snorkeling saja. Bila ditinjau lagi keberadaan bangunan peninggalan Belanda yang berada pada pulau Onrust, Kantor eks asisten Residen Duizen Eilanden yang berada di Pulau Panggang serta potensi ekowisata yang mengedepankan wisata pendidikan yang berada pada Pulau Pramuka dan Pulau Sepa yang terdapat konservasi mangrove dan penyu sisik, serta pemberdayaan masyarakat pendukung wisata berupa usaha makanan khas serta oleh-oleh seharusnya dapat mendukung kegiatan pariwisata bahari di Kepulauan Seribu.

Lantas bagaimanakah agar Kepulauan Seribu dapat optimal memberikan manfaat pariwisata bagi warga masyarakat dan akhirnya meningkatkan taraf hidup warganya serta memberikan nilai tambah pariwisata bagi pemerintah DKI Jakarta?

Beberapa langkah Pemerintah DKI Jakarta harusnya bisa lakukan agar perkembangan destinasi pariwisata di Kepulauan Seribu dapat maju berkembang, beberapa hal itu antara lain.:

1. Sarana dan Prasarana
Perbaikan Sarana dan Prasarana wisata; dimulai dari penataan dan perbaikan sarana transportasi wisatawan seperti pelabuhan dengan fasilitas yang baik dan memadai serta memperhatikan faktor keamanan wisatawan. Pelayanan angkutan peyebrangan dengan memperhatikan factor keamanan dan kenyamanan serta jadwal penyebrangan yang pasti.

Akomodasi selama wisatawan menginap dengan fasilitas yang baik seperti ac, toilet, Kasur, air dan fasilitas penginapan yang cukup dan penyediaan petunjuk wisata (arah atraksi wisata yang ada di setiap pulau).

2. Pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan dan pendidikan agar dapat memberikan layanan yang baik kepada wisatawan termasuk pelatihan dasar Bahasa Inggris, serta pemanfaatan hasil local sebagai souvenir atau makanan khas Kepulauan seribu.

3. Organisasi Kemasyarakatan pendukung Pariwisata
Menciptakan organisasi pariwisata disetiap pulau sebagai usaha pelibatan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, promosi dan pemasaran serta pemberdayaan masyarakat atas seluruh kegiatan kepariwisataan disetiap pulau.

4. Pemasaran dan promosi
Pemerintah hendaknya membatu dalam upaya pemasaran melalui misi dagang, pameran pariwisata, website serta mengundang media dilakukan secara rutin untuk mempromosikan Kepulauan seribu dengan tetap melbatkan organisasi kepariwisataan yang telah dibentuk.

5. Menjaga keberlangsungan pariwisata dengan mencegah potensi negatif Pariwisata
Upaya tetap menajaga lingkungan dikawasan Kepulawan Seribu tetap bersih dengan penyediaan tempat sampah. Menghidupkan budaya tradisonal yang ada di masyarakat disetiap pulau dapat menjadi dayatarik tambahan dan terjaganya budaya lokal dan mengurangi pengaruh luar (wisatawan) serta agar d ekonomi pariwisata ini dapat berkelanjutan dengan memberi kesempatan seluas-luasnya berkreativitas dan mendukung pariwisata dengan memberi fasilitas jualan, permodalan, pendidikan, dukungan penyelenggaraan event lokal, dll.

Dengan adanya beberapa langkah diatas diharapkan kepariwisataan Kepulauan Seribu dapat memberi hasil positif dalam meningkatkan dan menghidupkan ekonomi pariwisata dan berujung kepada peningkatan kepariwisataan serta meningkatnya jumlah wisatawan ke Kepulauan Seribu.

Untuk informasi lengkap Kunjungi Website Kepulauan Seribu

Komentar kamu?