Jam Gadang, Keindahan yang Misterius di Bukittinggi, Sumatera Barat

1,051 views
0

WartaWisata.ID Jam Gadang adalah nama sebuah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi provinsi Sumatera Barat. Lokasinya di kelilingi oleh Pasar Bawah, Pasar Atas, Plaza Bukittinggi dan Istana Bung Hatta. Nama Gadang berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti “besar”.

Ikon kota Bukittinggi yang satu ini sangat populer di masyarakat. Merupakan sebuah menara jam yang di bangun di pusat kota Bukittinggi, Jam Gadang sejak berdiri sudah menjadi jantung kota. Berdasarkan sejarahnya, Jam Gadang adalah hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, seorang Controleur Sekretaris Kota Bukittinggi pada masa Pemerintahan Belanda.

Hal menarik yang tidak putus-putusnya ditanyakan pengunjung Jam Gadang adalah mengapa angka 4 ditulis “IIII”, bukan “IV” seperti seharusnya angka romawi. Apakah ada kesalahan penulisan? Menurut cerita masyarakat sekitar, konon dalam proses pembangunan Jam Gadang, ada empat orang pekerja (tukang batu) yang meninggal karena kecelakaan kerja. Untuk mengenang hal tersebut, maka jam yang dipesan di Rotterdam itu sengaja ditulis angka I berjajar 4 (IIII), dan masih ada versi cerita lainnya dari rakyat sekitar.

Menara Jam Gadang telah mengalami tiga kali perubahan. Saat pertama didirikan, menara berbentuk bulang dengan terdapat patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Pada masa penjajahan Jepang, menara diubah menjadi bentuk pagoda. Dan terakhir saat Indonesia merdeka, menara diubah menjadi bentuk gonjong (atap rumah adat Minangkabau).

Keindahan dan kemegahan Jam Gadang memang mempunyai pesona tersendiri. Meski beberapa teka-teki belum terpecahkan, justru itu hal yang menjadikan daya tarik yang semakin membuat Jam Gadang populer.

Komentar kamu?