Menteri Pariwisata Upayakan Tingkatkan Jumlah Turis Selandia Baru Tahun Ini

"Masyarakat Selandia Baru lebih akrab dengan Bali. Makanya banyak flight dari Selandia Baru berhenti atau singgah di Denpasar. Untuk itu, kita akan dorong agar destinasi lain juga bisa mendapatkan tempat disana. Khususnya 10 Bali Baru," paparnya.

487 views
0

JAKARTA – Kementerian Pariwisata terus berupaya memanfaatkannya dengan menjaring lebih banyak lagi dalam acara Travel Expo di Selandia Baru, 29-30 September mendatang. Upaya tersebut dilakukan karena juga melihat pertumbuhan pasar wisatawan baru di Indonesia

Travel Expo adalah kegiatan pameran terbesar di Selandia Baru yang tahun ini akan dipusatkan di ASB Showground, Kota Auckland. Format yang digunakan adalah Bussines to Costumer (B to C). Untuk memaksimalkan momen ini, Wonderful Indonesia akan menyertakan 5 sellers yang berasal dari Bali Beyond.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, pertumbuhan positif kunjungan wisatawan asal Selandia Baru harus cepat ditanggap.

“Ada pertumbuhan yang sangat bagus setiap tahunnya. Kita harus manfaatkan itu. Kita kasih tahu ke publik Selandia Baru jika Indonesia memiliki banyak destinasi yang bisa dieksplorasi. Harapan kita tentu jumlah kunjungan itu semakin meningkat. Apalagi jarak Selandia Baru dengan Indonesia relatif tidak terlalu jauh,” papar Ni Wayan dalam keterangan tertulis, Rabu (26/9/2018).

Ucapan Ni Wayan Giri didasari data. Pada 2017 lalu, kunjungan wisman asal Selandia Baru mencapai 106,941 orang atau naik 2% jika dibandingkan tahun 2016 dengan total kunjungan 105,393 wisatawan.

Tahun ini, tren positif pun sudah terlihat. Pada periode Januari hingga Juni 2018 kunjungan wisman Selandia Baru mencapai 50.400. Jumlah ini meningkat 10,1% jika dibandingkan periode yang sama 2017. Pergerakan positif inilah yang menurut Ni Wayan Giri harus digali terus.

Pertumbuhan positif ini, tidak terlepas dari semakin terbukanya akses yang menghubungkan Indonesia dengan Selandia Baru. Khususnya penerbangan langsung yang dilakukan maskapai Air New Zealand yang menyediakan total 29.898 seat. Jalur udara semakin diperkuat maskapai Emirates lewat penerbangan langsung sejak Juni 2018.

“Selain dua maskapai yang memiliki direct flight Selandia Baru-Indonesia, negara kita juga menjadi transit buat sejumlah maskapai. Seperti Malaysian Airlines, Singapore Airlines, Jetstar, Qantas, juga Virgin Air,” paparnya.

Sedangkan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV Kemenpar Adella Raung mengatakan pada Travel Expo nanti destinasi prioritas 10 Bali Baru akan diperkenalkan.

“Masyarakat Selandia Baru lebih akrab dengan Bali. Makanya banyak flight dari Selandia Baru berhenti atau singgah di Denpasar. Untuk itu, kita akan dorong agar destinasi lain juga bisa mendapatkan tempat disana. Khususnya 10 Bali Baru,” paparnya.

’10 Destinasi Bali Baru’ yang dikenalkan adalah Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Bangka, Mandalika NTB, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Morotai Maluku Utara, dan Labuan Bajo NTT. Serta empat destinasi di Pulau Jawa. Kepulauan Seribu Jakarta, Tanjung Lesung Banten, Borobudur Jawa Tengah, serta Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik sales mission di Selandia Baru. Menurutnya, bukan hanya potensi pasar wisatawan yang harus dibidik tetapi juga daya saing untuk bersaing di level global.

“Tegasnya, kita harus mengetahui sektor apa yang membuat confidence? Menjamin credibility kita di mata dunia? Dan, sektor apa yang kita masih bisa di-calibrate menurut standar penilaian dunia? Tanpa bermaksud mengesampingkan sektor lain, jawabannya pasti industri kreatif, budaya, dan sektor pariwisata,” papar Arief.

Menurutnya, strategi memperkenalkan 10 Bali Baru ini dinilai sangat tepat.

“Karena inilah destinasi prioritas Indonesia yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Ini adalah 10 deatinasi yang akan akan nature, culture, dan man made,” kata Arief yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinitryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok, 20 September 2018 lalu.

Komentar kamu?