Manuskrip Kembali Ke Rumahnya (Part 1 – 12)

Candi prambanan sedikit goyang. Aku melihat kawanan burung yang terbang di atas langit seperti berubah menjadi serpihan emas dan membentuk sebuah tulisan.

508 views
0

PATRION – Matahari sudah genap menyinari kehidupan di bumi. Aku sudah menyiapkan diri untuk memenuhi janjiku ke pakde yang ingin menemukan aku dengan dengan sahabatnya seorang pengurus di candi Prambanan. Pakdeku meski sudah berusia diatas lima puluh tahun tapi masih nampak segar, dia sudah berada di halaman menyiram tanaman sambil mengajak ngobrol tanaman yang disiraminya. Aku tak aneh karena dia biasa melakukan itu sejak aku kecil. Baginya kehidupan yang memiliki nyawa itu dapat mendengar meski dia tidak dapat berbicara.

Aku ingin membantu pakde, tapi pakde meminta aku membantu Lastri yang ternyata sudah berada di belakangku membawa nampan berisi teh serta kue onde-onde dalam piring kecil. Lastri menolak tawaran bantuanku membawakan nampannya. Aku hanya bisa melihat Lastri saja menaruh kudapan kecil diatas meja, sambil kulakukan hal sepele yaitu menulis sebuah catatan rencanaku apa yang akan aku lakukan hari ini.

Tak lama Arum datang bergabung bersama kita. Pakde selesai mengerjakan rutinitas menyiramnya, bercanda sejenak dengan kita lalu mengajak pergi. Arum yang sebelumnya akan kembali ke rumahnya, meminta Pakde untuk mengizinkan dia ikut bersama Lastri yang akan pergi menemaniku ke Prambanan. Tanpa hambatan pakde mengizinkannya dan justru membuat pakde senang dengan hal itu. Aku menduga bahwa perjalanan petualanganku sudah dimulai saat ini.

Perjalanan menuju Prambanan tak membutuhkan waktu yang lama. Aku, Pakde, Lastri dan Arum sampai di Prambanan dan langsung menuju kantor pengurus. Aku langsung dikenalkan oleh pakdeku ke Pak Tejo, sahabatnya yang akan membantuku soal izin tugas ku saat aku belajar menjadi pemandu wisata di Prambanan. Namun bukan hanya itu saja, Pak Tejo ternyata adalah perwakilan dari Dinas kebudayaan Nasional dan memberikanku izin untuk menjadi pemandu wisata ke seluruh tempat di pulau Jawa.

Pakde pamit pergi karena diundang oleh sebuah kampus menjadi pembicara soal budaya. Pak Tejo yang sudah mengeluarkan surat izin padaku, lalu meminta Lastri untuk menjadi mentorku belajar sebagai pemandu wisata. Ini karena Lastri dulunya pernah menjadi bagian dari tim Pak Tejo di Prambanan selain menjadi penari.

Jalanku seperti dimudahkan, Aku bersama dua bidadari memulai perjalananku. Lastri kali ini dia yang menjadi mentor dan penentu hasil tugasku nanti. Seandainya saja aku dinilai tidak layak, maka jelas nilai kuliahku menjadi pemandu wisata lapangan rendah dan aku tidak akan lulus dari kuliahku di pariwisata.

Di candi Prambanan, Lastri benar-benar menunjukkan kualitasnya seperti pemandu wisata profesional meski dia sudah lama tak menjalaninya. Bahasa inggrisnya sangat lancar dan bisa menjelaskan setiap detail dengan baik apa yang berada didalam Prambanan. Dia jelas bukan gadis biasa, nilainya semakin tinggi buatku. Aku senang bisa belajar langsung bersama dia, seorang praktisi yang juga memiliki wawasan luas.

Arum yang sejak tadi ikut bersamaku, memperhatikan setiap apa yang dijelaskan Lastri. Namun tatapannya sejak tadi seperti sedang mencari sesuatu pada relief-relief yang terpampang di dinding Candi. Arum memperhatikan ke arah langit, dari kejauhan ada kawanan burung seperti sedang berputar diatas mereka. Ternyata burung yang waktu itu kembali lagi seperti ingin menyampaikan sesuatu padaku.

Arum berhenti di sebuah relief yang bergambar burung, dia memintaku untuk mengeluarkan kertas kulit kuno itu dan mendekatkannya pada relief bergambar burung. Aku menuruti apa katanya. Tiba-tiba terjadi sesuatu, bumi bergoncang kecil. Candi prambanan sedikit goyang. Aku melihat kawanan burung yang terbang di atas langit seperti berubah menjadi serpihan emas dan membentuk sebuah tulisan. Aku minta Arum dan Lastri memperhatikan ke atas, mereka sangat terkejut. Hal ini baru kali ini terjadi. Relief bergambar burung di candi prambanan menjadi petunjuk awal buat kita. Namun kita masih belum tahu apa itu jawabannya yang masih diatas.

Bersambung ke Part 1 – 13


Kembali ke cerita awal (Part 1 – 01)

Komentar kamu?