Desa Wisata Namu, Pesona Dibalik Kepungan Tambangan Nikel

"Alhamdulillah, akhirnya Desa wisata Namu. Kec laonti. Kab, konawe selatan bisa juga masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2018, dengan demikian Desa Namu menjadi perhatian nasional apalagi kalau bisa menang, silahkan di bantu voting dan di share"

1,879 views
0

WartaWisata.ID – Desa Wisata Namu terletak di Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Desa wisata Namu memiliki surga bawah laut dengan terumbu karang yang baik untuk diving, Snorkeling, berenang dan memancing, Selain itu Desa Wisata Namu mempunyai tujuh pantai yaitu, pantai Oloa, Pantai Wiawia, Pantai Namu, Pantai Pasir Panjang, dan pantai Dusun Empat, juga dekat dengan Hutan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, Air Terjun Pitu Ndengga dan Danau. Semakin lengkap dengan wisata budaya yang menarik seperti tradisi adat istiadat, kuliner yang unik, disebut Kabuto dan kerajinan lokal.

Menurut cerita Kabid Pariwisata Kabupaten Konawe Selatan, Aswan Yasin Togala, bahwa terbentuknya Desa Wisata Namu digagas oleh sekelompok anak muda dari berbagai latar belakang. Mereka tergabung dalam sebuah lembaga bernama Ruruhi Project bersama tenaga muda perofesioanl didalam bidangnya, Ada designer, arsitek, musisi dan rekan-rekan jurnalis. Inisiatif ini bermula ketika Yusrin Pior dan Yos Hasrul, saat mereka mengunjungi Desa Namu pada akhir tahun 2016.

Aktifitas pelepasan seekor penyu di perairan laut Desa Wisata Namu oleh penggiat Ruruhi Project. foto: Alank

Yusrin berlatar Pegawai Negeri Sipil sementara Yos Hasrul adalah jurnalis, Aktifis Pecinta Alam. Keduanya takjub dengan lanskap Namu. Namun di sisi lain mereka khawatir karena kawasan desa ini telah dikepung Izin Usaha Pertambangan Nikel. Termasuk penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan oleh nelayan yang menggunakan bom dan racun berbahan sianida atau bius.

Aktifitas Penambangan di Daerah Sulawesi Tenggara, Foto via : ramadhantosepu.blogspot.com

Untuk menyelamatkan Namu, mereka kemudian aktif berkampanye melalui media sosial. Mulanya hanya memamerkan keindahan Namu melalui medium foto. Setelah mendapat banyak respon mereka makin aktif mengkampanyekan upaya penyelamatan Namu, Ruruhi kemudian membuat desain dan manajemen objek wisata dan menggadeng kepada pemerintah Desa Namu Kemudian membentuk kelompok Kerja Sadar Wisata. Pokdarwis dipimpin seorang warga bernama Muhammad Dong. Ia memimpin 24 orang anggotanya yang merupakan perwakilan dari empat dusun, untuk memastikan pemanfaatan kawasan wisata ramah lingkungan.

Untuk menuju Desa Wisata Namu, ada dua alternatif, yaitu:

Jalur darat, dari kendari anda bisa menuju langsung ke pelabuhan Amolengo yang berada di Desa Amolengo Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur dengan jarak tempuh 93 km selama 2 Jam, dilanjutkan ke desa wisata namu menggunakan kapal nelayan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Jalur laut, dari kendari anda bisa langsung ke pelabuhan rakyat yang berada di Kota lama, disana anda bisa tanyakan kapal yang menuju jalur Laonti. waktu perjalanan selama 4 jam dengan jarak 70 km.

Di Desa Wisata Namu tersedia inap desa berupa rumah-rumah penduduk sebanyak 14 rumah, setiap rumah dengan kapasitas 4 orang.

“Alhamdulillah, akhirnya Desa wisata Namu. Kec laonti. Kab, konawe selatan bisa juga masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2018, dengan demikian Desa Namu menjadi perhatian nasional apalagi kalau bisa menang, silahkan di bantu voting dan di share”, Imbuh Aswan Yasin Togala, semoga Namu bisa banjir voting, Tandasnya.

Komentar kamu?