Unru- Patrion Sulawesi

451 views
0

PATRION – Unru seorang anak asli Sulawesi sehari harinya sangat dekat dengan laut. Berenang dalam lautan jernih yang penuh dengan karang karang indah dan bermain dengan ikan adalah rutinitasnya.

Keluarganya adalah seorang nelayan lokal di pantai pesisir. Dan ibunya adalah penjual garam di pasar. Kehidupan mereka sangat sederhana. Unru sangat dekat dengan kakeknya seorang pembuat perahu Pinishi. Tak jarang Unru diajak kakeknya berlayar menyusuri lautan disekitar kepulauan Sulawesi. Cerita nenek moyang kita seorang pelaut dari kakeknya sangat melekat ke dalam jiwa Unru. Dia memiliki tekad akan mengembalikan kejayaan Nusantara dengan menguasai lautan diseluruh dunia.

Kakek Unru menyimpan sebuah rahasia besar dari Unru bahwasanya Unru adalah titisan Raja Lautan yang pernah berdiam diri di kepulauan Sulawesi. Kakek Unru mengetahui hal tersebut setelah mengalami peristiwa dirinya hilang dilautan beberapa tahun lalu, ketika Unru masih dalam kandungan. Saat itu kakek unru bertemu dengan para raja nusantara dan berpesan kalau calon cucunya yang nanti lahir kelak akan menjadi penguasa lautan dan mengembalikan kembali kejayaan Nusantara di lautan. Kakek Unru diminta untuk menjaga dan mendidik Unru dengan sebaik-baiknya layaknya seorang ksatria.

Tanpa disadari oleh Ayah dan ibu Unru. Kakek unru menempa Unru dengan beberapa ujian agar mental baja sebagai Panglima terbentuk sejak kecil. Unru sejak usia satu tahun telah pandai berenang dilautan, ketika berusia 2 tahun sudah bisa berkomuniaksi dengan hewan lautan. Kemampuan Unru mampu memanggil lumba-lumba untuk datang ketika dibutuhkan. Ketika Unru berusia 5 tahun dia sudah pandai menyelam mengambil kerang dari dasar laut dikedalaman 100 meter. Selain itu Unru juga mampu mengendalikan air lautan yang mengamuk. Kemampuan Unru terus berkembang dan selalu disaksikan oleh kakek Unru yang mengarahkannya memperkuat jiwa Patriotisme.

Setelah kakek Unru yakin bahwa Unru telah menjadi anak kuat menjelang usia 7 tahun, Kakek Unru wafat bertepatan setelah menyelesaikan sebuah perashu Pinishi. Kakek Unru mewarisi seluruh hartanya kepada kedua orang tua unru dan perahu pinishi yang nanti akan diserahkan kepada Unru pada saat yang tepat. Perahu Pinishi tersebut disimpan disebuah goa besar di tepi lautan yang tidak ada seorangpun tahu kecuali keluarga Unru.

Sepeninggal kakeknya, Unru bersedih sangat dalam dan menjadikan lautan sebagai pelariannya. Kesedihan Unru seolah dipahami oleh lautan yang menunjukan gelombang pasang tinggi beberapa lama. Kedua orang tua Unru kehilangan Unru dan menduga Unru tenggelam dilautan ketika sedang bermain karena ada badai besar. Mereka tidak tahu bahwa unru yang sebenarnya menyebabkan badai tersebut. Ketika badai lautan mereda, Unru kembali dengan kondisi selamat.

Unru dan keluarganya pindah dari tempat sebelumnya. Ayahnya kini sudah memiliki perahu nelayan yang lebih bagus. Unru seringkali menemani ayahnya menangkap ikan di tengah laut. Kadang Unru menemukan banyak kapal asing besar mengambil ikan-ikan dengan semaunya, bahkan perahu ayah Unru diusir mereka. Unru berusaha melawan tapi dia tidak sanggup.

Suatu ketika Unru yang sedang bermain dengan lumba-lumba mendapati kapal asing mencuri harta karun lautan. Unru berusaha mengusir mereka namun yang didapat justru Unru ditabrak oleh perahu mereka. Saat itu Unru pingsan dan tenggelam semakin dalam dilautan lepas. Unru sudah berasa didasar lautan. Lepas. Dia tidak mungkin bisa bernafas lebih lama lagi. Satu-satunya cara adalah dia mengabil dedaunan liar dari dasar laut untuk dihisap sisa oksigen didalamya. Tanpa diduganya tumbuhan lautan itu mengikat sebuah batu permata Nusantara. Unru dalam sekejap mendapatkan sebuah gambaran kehancuran planet bumi di masa akan datang. Sosok ibu pertiwi muncul dihadapan Unru dan menjelaskan bahwa unru adalah seorang patriot Nusantara yang akan mengembalikan kejayaan Nusantara. Unru mendapat tugas menjaga lautan di planet bumi di bumi Nusantara dan akan bertemu dengan patriot Nusantara lainnya.

Ikuti : Cerita Bersambung Patrion lainnya..

Komentar kamu?