Ranum – Patrion Kalimantan

451 views
0

PATRION – Ranum lahir dan besar di tanah Kalimantan, tepatnya di bukit Batingna Lebona yang menjadi symbol tanah harapan bagi suku-suku di Kalimantan. Saat kelahirannya tepat terjadi peristiwa gerhana bulan, dimana malam itu begitu gelap dan tidak ada suara apapun di dalam hutan. Tidak ada suara angin, suara binatang maupun suara tetesan air, yang ada hanya suara tangisan Ranum yang memecah keheningan malam.

Orang Tua Ranum memberikan rajah seperti tattoo bulan yang berkeliling bintang di atas lengan kanannya sebagai tradisi sukunya dan sebagai symbol Putri Rembulan. Ranum dibesarkan dalam tradisi yang masih memegang erat nilai leluhur. Bersatu dengan alam dan saling berdampingan membangun kehidupan.

Ranum bisa mendengar suara dari jarak yang sangat jauh seolah dia mampu mendengar suara detak jantung seekor burung yang terbang diatas awan. Kemampuan ranum, membawanya pada sebuah peristiwa saat mesin Traktor pembalak hutan mulai memasuki Desa tetangganya yang berjarak satu hari dari desanya. Dengan penuh rasa penasaran, Ranum mendekat ke suara mesin Traktor yang sudah menghancurkan pepohonan hutan. Para penduduk di Desa tersebut berhamburan berlarian menghindari moncong senjata dari pasukan bayaran. Ternyata pada pembalak didampingi oleh beberapa orang dari suku Kappa, sebuah suku yang telah lama terusir dari pedalaman Kalimantan.

Ranum mengumpulkan teman-temannya membuat sebuah rencana untuk mengusir pembalak liar. Saat itu tidak ada para orang tua mereka karena sedang menghadiri upacara Besar di Desa lainnya. Ranum dan kawan-kawannya berusaha melawan dengan segenap keterbatasan. Peristiwa ini membuat teman-teman ranum terluka tak berdaya. Ranum seorang diri mempertahankan pohon besar agar tidak dihancurkan oleh mesin Traktor.  Bertepatan dengan serangan dari musuh. Saat itulah para orang tua datang bersatu padu melawan pembalak liar hingga membuat mereka lari tunggang langgang.

Malam setelah kejadian, Ranum menyendiri tepat dibawah pohon Besar. Sebuah suara kecil yang terdengar sangat dekat mengucap sesuatu mengundang Ranum masuk kedalam pohon. Ranum masih bingung suara apa itu. Tapi tak lama muncul sebuah pintu ditengah pohon Besar. Ranum memberanikan diri masuk. Ternyata didalam pohon terlihat begitu luas. Ranum melihat ada sebuah batu peramata berwarna ungu bersinar terang. Dia berusaha menyentuhnya. Saat itu juga dia mendapat gambaran kehancuran pada planet bumi. Ranum mendapatkan pesan dari sosok ibu pertiwi yang muncul dihadapannya untuk melindungi Planet bumi bersama Patriot Nusantara lainnya.

Ikuti : Cerita Bersambung Patrion lainnya..

Komentar kamu?