Enay – Patrion Papua

1,138 views
0

PATRION – Enay adalah anak Papua asli dari suku Pakala, sebuah suku kecil yang telah ratusan tahun. Pada generasi ketujuh diatasnya, Suku Pakala sebelumnya bernama Suku Wakaina yang merupakan salah satu suku terbesar di Papua, Suku Wakaina sangat cinta damai meneruskan tradisi sebelumnya dari turunan kerajaan Jayapura.

Hingga pada suatu ketika, terjadi peperangan besar antar suku yang menyebabkan suku Wakaina harus pergi menjauh dari tempatnya berasal, Saat itu suku-suku lain ingin menguasai Wakaina yang memiliki kekuasaan besar di tanah Papua, Kepala suku Wakaina memberi tugas beberapa prajuritnya untuk membawa pergi keluarganya agar keturunannya selamat, Di tempat yang baru tepatnya di daerah Fak Fak, suku Wakaina mengganti namanya menjadi suku Pakala hingga sekarang.

Enay memiliki darah keturunan Raja Jayapura yang menjadi pemimpin besar di masa kejayaan Atlantis. Enay adalah anak yang peduli dengan lingkungannya, Setiap harinya dia memberi kehidupan pada alam dengan menanam tanaman baru dan merawat binatang-binatang hutan yang ada di sekitarnya.  Alam sangat bersahabat dengan dirinya, Setiap harinya Enay masuk hutan mengambil air di bawah pengunungan kembar bernama Gunung Saiklop, dimana Air tersebut dapat memberikan kehidupan bagi siapa saja yang meminumnya, Bila tanaman layu disiram dengan air tersebut, maka tanaman itu akan subur kembali, bila ada binatang yang terluka maka luka itu akan segera sembuh. Bila manusia yang meminumnya maka akan mendapatkan kebugaran yang berlipat ganda.

Enay keluar masuk hutan dengan berlari, meski jarak dari Kampungnya puluhan kilometer, dia tidak pernah merasakan kelelahan dan Enay sangat menikmatinya. Enay sangat terkenal oleh beragam suku yang ada di Papua karena keramahannya terhadap sesama, Bilamana ada suku yang berselesisih, Enay dapat menyelesaikannya dengan cara yang baik. Enay juga tiap hari mengambil makanan, sayur dan buah-buahan dari dalam hutan untuk kebutuhan keluarganya. Bahkan dia sering memberikan makanan untuk satu desanya. Enay yang periang selalu tersenyum apapun yang terjadi, Berpikiran positif, jiwanya penuh semangat. Hingga orang-orang selalu menantikan kehadiran Enay di desanya, Mereka sudah paham betul bahwa Enay selalu berkeliling tanpa henti hanya ingin membantu orang lain.

Enay sering masuk kedalam Gunung Saiklop di Fak Fak untuk mengambil air kehidupan yang akan diberikan kepada sebuah Desa yang sedang membutuhkan, Hanya Enay yang dapat sampai ke mata air kehidupan itu, Sudah banyak orang yang mencobanya tapi tidak pernah bisa. Sebab banyak halang rintang dan medan terjal. Enay sangat gesit dan tidak pernah takut jatuh, Lompatannya tinggi dan jauh, Hal itulah yang menyebabkan tidak ada seorangpun yang mampu sepertinya.

Tempat Sumber Mata air kehidupan itu diatasnya terdapat Bebatuan Permata yang tak ternilai. Enay tidak pernah mengambi batu permata tersebut dengan sengaja, Dia hanya memungut serpihan yang jatuh dan dijadikan perhiasan Kalung.

Enay tahu bahwa ada Bangsa Asing yang sedang membangun Pabrik pengolahan Batu Permata, Enay tidak menyukainya kegiatan tersebut karena akan menghancurkan tanah kelahirannya. Enay pernah berusaha mendekat tapi Enay diusir dan akan ditembak bila lebih mendekat lagi. Enay tidak berdaya, dia hanya ingin agar orang asing tidak terus menerus memperluas area penggalian Tambang Batu Permata, Enay sering kali mencegah dengan caranya sendiri bilamana ada orang asing berusaha mendekat ke wilayahnya Enay mengerjai mereka agar pergi dengan menakut-nakutinya dengan suara hewan buas ataupun dengan tanaman pemangsa manusia.

Enay adalah anak Papua yang terpilih oleh Alam menjadi PATRIOT NUSANTARA Papua.

Enay tidak pernah menyadari bahwasanya di dalam dasar Mata air kehidupan terdapat Artefak kuno Atlantis. Suatu ketika Kalung yang selama ini dikenakan Enay pemberian dari ibunya terjatuh kedalam Sumber Mata air. Enay berusaha mengambil kalung tersebut dan terjun ke dasar sumber mata air itu. Saat berhasil mengambilnya, kaki Enay tersangkut dan terhimpit pada sebuah batu, Enay berusaha meraih sebuah Batu untuk memecahkan batu yang menghimpit kakinya. Enay kehabisan nafas, dia memutuskan muncul di tempat yang terdekat, Saat dia muncul ternyata dia masuk kedalam sebuah gua yang didalamnya penuh dengan ribuan ragam permata, saat itu Enay mendengar sebuah suara, Bila Enay ingin keluar dari gua, Enay harus memilih salah satu batu dalam gua ini. Enay tidak mau, dia tahu bahwa akan terjadi bencana besar bila dia mengambilnya karena bakal ada orang lain yang akan mencarinya. Enay memutuskan memilih Batu yang dipegangnya saja yaitu batu biasa yang tadi digunakan untuk menyelamatkan diri. Batu itulah yang dia pilih untuk dibawanya bawa pulang.

Enay belum menyadari bahwa batu tersebut adalah sebuah Artefak Atlantis (Raja segala batu Permata di dunia), Enay membawa pulang batu tersebut, Anehnya jarak jauh yang ditempuh Enay kembali terasa begitu cepat. Enay baru sadar bahwa kekuatan batu itu telah memberikannya sebuah kekuatan lebih. Batu itu digenggam erat oleh Enay dan berharap batu itu bisa mengecil agar tidak diketahui oleh siapapun. Tanpa diduga batu itu mengikuti keinginan Enay, batu itu mengecil setelah digenggam Enay. Tampa pikir panjang, enay membuat sebuah anyaman cincin melingkar dan mengikatkan batu tersebut diatasnya, Jadilah cincin yang dapat dikenakan oleh Enay.

Saat Cincin tersebut dikenakan, Kemudian terjadikah hal yang tidak diduga, Tubuh Enay seolah tumbuh seperti orang dewasa dan kilatan kilatan Cahaya menyambar dirinya lalu tubuh Enay seolah diselimuti oleh warna warni Permata yang kemudian membentuk menjadi Patrion Papua.


Corak Patrion Papua sangat unik karena memiliki motif dari setiap suku yang ada di Papua. Enay kembali mendapatkan bisikan sebuah suara agar mempergunakan kekuatan ini untuk melindungi dan menjaga Nusantara bersama Patriot Nusantara lainnya.

Enay kini telah mengetahui kekuatan yang dimilikinya, Dia mampu merubah dirinya menjadi Patriot Nusantara ataupun sebagai Manusia biasa sesuai keingininan dirinya. Enay tidak mau menggunakan sembarangan kekuatan tersebut kecuali hanya untuk menolong. Suatu ketika para orang Asing ingin memperluas area penambangan yang akan masuk ke dekat desanya. Enay menggunakan kekuatan Patrion Papua untuk membela tanahnya agar dapat melindungi tanah Papua dari Eksploitasi Bangsa Asing.

Ikuti : Cerita Bersambung Patrion lainnya..

Komentar kamu?