Bengawan Solo Mengalir Sampai Jauh, Destinasi Sejarah dan Kekayaan Alam

444 views
0

WartaWisata.ID – Salah satu kekayaan sumber daya alam berupa sungai bernama Sungai Bengawan Solo, nama besar dan kepopulerannya di mancanegara merupakan tanggungjawab bangsa Indonesia. Sejarah telah mengungkap arti penting Sungai Bengawan Solo bagi urat nadi pelayaran dan perdagangan pada saat itu guna menunjang hidupnya perekonomian rakyat.

Sungai Bengawan Solo mengandung banyak sumber daya hayati di dalamnya. Memulai sejak dini dalam mendayagunakannya adalah hal pokok dan penting terutama dalam menyeimbangkan tatanan alam dan ritme kehidupan manusia.

Bengawan Sala adalah sebuah sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa. Dua buah kata yang artinya Bengawan = sungai besar , Solo [bhs. Jawa, ejaan klasik] yang seharusnya ditulis Sala, nama sebuah desa di wilayah eks Karesidenan Surakarta, dua hulu sungai yaitu dari daerah Pegunungan Kidul, Wonogiri dan Ponorogo, selanjutnya bermuara di daerah Gresik. Sungai ini panjangnya sekitar 548,53 km dan mengaliri dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sungai ini dikagumi masyarakat di seluruh dunia khususnya Jepang karena terinspirasi dari lagu keroncong karangan Gesang berjudul sama, Bengawan Solo.

Aliran Bengawan Solo masa kini terbentuk kira-kira empat juta tahun yang lalu. Sebelumnya terdapat aliran sungai yang mengalir ke selatan, diduga dari hulu yang sama dengan sungai yang sekarang. Karena proses pengangkatan geologis akibat desakan lempeng Indo-Australia yang mendesak daratan Jawa, aliran sungai itu beralih ke utara. Pantai Sadeng di bagian tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai “muara” Bengawan Solo Purba.

Sejak abad XIII-XIV, ketika Kerajaan Majapahit masih berada pada puncak kekuasaannya di Jawa Timur, transportasi sungai di pedalaman ini telah berlangsung. Pada saat itu Gresik yang masih disebut sebagai pelabuhan Ujung Galuh, menjadi bandar laut terpenting di Jawa Timur bersama Tuban.

Dengan nilai Sejarah dan Keunikan alam Bengawan Solo dapat dijadikan sebagai objek wisata pada daerah manapun yang dilaluinya. Terlebih lagi ketika pemerintah kota Surakarta telah menyatakan bahwa Bengawan Solo telah terbebas dari serangan banjir di musim hujan. Maka akan semakin memberikan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana.

Komentar kamu?