Manuskrip Kembali Ke Rumahnya – Patriot Nusantara (Part 1 – 05)

Ternyata ada sekawanan burung sekitar puluhan ekor sedang berputar-putar sambil mengeluarkan suara seperti angin. Ini sebuah fenomena menurutku, tanpa sengaja aku memandang salah satu mata kawanan burung itu seperti memperhatikan aku.

518 views
0

PATRION – Seorang masinis membangunkanku di sebuah stasiun. Aku tak melihat jelas sudah sampai mana. Pikirku aku masih setengah perjalanan lagi sampai. Masinis meminta tiketku. Aku langsung memberikannya. Disitu tertulis keterangan detail tiketku bangku F nomor 11 gerbong tujuh. “Mas, kita sudah sampai di Jogja” sahut masinis. Aku tercengang mendengarnya. Aku pikir aku masih jauh dari Yogyakarta. Ternyata mataku sudah kehilangan kuncinya. Aku mau mengambil air minumku dari dalam tas. Secarik kertas kulit kuno terbuat dari kulit hewan ada ditasku. Aku tak tahu darimana asal kertas kulit ini. Di dalamnya bertuliskan palawa, mana ku tahu artinya.

Saat masih setengah sadar aku coba menyuapi mulutku dengan botol minuman. Dan belum sepenuhnya tertelan, air minumku tumpah membasahi kertas kulit itu, aku hanya menyekanya dengan tangan dan lekas ku masukan benda itu ke dalam tas. Aku berbegas pergi dari tempatku setelah masinis memberi isyarat agar aku segera keluar. Herannya, beban di tasku seolah bertambah berat tiga kali lipat. Mungkin aku menduganya aku ketempelan makhluk astral. Tapi bodo amatlah intinya aku harus segera menemui pamanku di Prambanan.

Dalam perjalanan menuju tempat pakde-ku, aku menunggu jemputan dari Bagas, salah satu anggota sanggar. Saat memperhatikan jam dinding di pelataran stasiun, aku setengah sadar merasa seolah detik menit yang berputar semakin cepat. Mungkin aku berpikir karena detak jantungku yang ingin segera berbegas dari situ.

Tatapanku sepintas terpaku pada sebuah keramaian di halaman stasiun. Aku melihat orang-orang memandang ke atas langit, seolah-olah ada sesuatu yang enah.

Aku penasaran dan coba melihat ke atas juga, ternyata ada sekawanan burung sekitar puluhan ekor sedang berputar-putar sambil mengeluarkan suara seperti angin. Ini sebuah fenomena menurutku, tanpa sengaja aku memandang salah satu mata kawanan burung itu, sepertinya itu pemimpin dari kawanan burung. Burung itu seperti memperhatikan aku. Tak lama berselang orang-orang semakin banyak berdatangan dan mengambil gambar dengan smartphone mereka, kawanan burung itupun pergi.

Orang-orang yang tadi melihat kejadian itu, saling menafsirkan sendiri-sendiri apa arti peristiwa tersebut. Ada yang bilang akan terjadi sebuah bencana besar di tanah Jawa, ada juga yang bilang burung-burung itu tersesat kehilangan rumahnya, ada juga yang bilang burung itu seperti mengejar sesuatu yang aneh. Aku sendiri menduga itu bisa saja terjadi karena adanya pergantian musim, sebab bulan ini termasuk dari waktu pancaroba, peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Tak penting bagiku memikirkan masalah sepele tersebut, yang terpenting adalah sekarang aku bisa naik motor antik yang sudah datang menjemputku.

Bersambung ke Part 1 – 06


Kembali ke cerita awal (Part 1 – 01)

Komentar kamu?