Gema Orkestra Tradisional Yang Mendunia

972 views
0

WartaWisata.ID Relief tentang alat musik ensembel Gamelan pertama kali ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Dalam mitologi Jawa, Gamelan awalnya diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada saat Era Saka. Sang Hyang Guru sendiri merupakan dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa yang memiliki istana di Gunung Mahendra yang berada di Medangkamulan yang saat ini lebih dikenal dengan Gunung Lawu.

Awalnya, Sang Hyang Guru hanya menciptakan satu gong yang dipergunakan untuk memanggil dewa. Namun, karena suara yang dihasilkan kurang spesifik, Sang Hyang Guru kemudian menciptakan dua gong hingga akhirnya tercipta satu set alat musik Gamelan. Lewat Gamelan inilah dunia dapat mengenal kebudayaan nusantara secara umum. Walaupun Gamelan sendiri terdiri dari beberapa jenis, dari Gamelan inilah kita bisa melihat satu gambaran dari bangsa Nusantara.

Kesenian Gamelan yang merupakan alat musik tradisional adalah alat musik yang biasa dimainkan dalam acara adat. Selain itu, Gamelan biasanya juga dimainkan sebagai musik latar dalam pagelaran seni seperti pertunjukan tari dan wayang. Dibeberapa tempat, musik Gamelan juga biasa dilantunkan dalam acara pernikahan.

Secara umum, kesenian Gamelan merupakan kesatuan dari berbagai macam alat musik tradisional yang dimainkan secara bersamaan. Itulah kenapa kata Gamelan biasanya merujuk pada alat musik atau instrumen. Berdasarkan bahasa, Gamelan sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Jawa Gamel yang artinya memukul atau menabuh.

Walaupun alat musik Gamelan identik dengan Jawa, namun nyatanya Gamelan tidak hanya ada di Jawa. Beberapa daerah lain yang memiliki Gamelan adalah Madura, Lombok, dan Bali. Namun walaupun begitu, masin-masing Gamelan dari wilayah tersebut memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing.

Seperti misalnya pada nada lembut Gamelan Jawa yang menggambarkan keserasian kehidupan jasmani dan rohani, serta keselarasan dalam berbicara dan berperilaku. Oleh sebab itu, orang Jawa berperilaku lemah lembut dan menghindari ekspresi yang meledak-ledak serta menjunjung tinggi toleransi terhadap perbedaan.
Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog, degung (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan madenda (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.
.

Komentar kamu?