Sultra Tetapkan 10 Destinasi Wisata Andalan

74 views

WartaWisata.ID – Kepala Dinas Pariwisata Sultra Sahrudin Nurdin di Kendari, Sabtu (28/4), mengatakan Sultra masih menempatkan objek wisata bahari atau kemaritiman sebagai andalan menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik.

“Sebenarnya destinasi wisata Sultra bukan hanya sepuluh karena 17 kabupaten/kota masing-masing memiliki keunggulan sehingga dipastikan pada tahun-tahun mendatang akan mengalami pergeseran,” kata Sahrudin.

Kesepuluh destinasi wisata Sultra, yakni Pulau Lebengki (Kabupaten Konawe Utara), Pulau Bokori (Kota Kendari), Desa Wisata Namu (Konawe Selatan), Pantai Meleura (Kabupaten Muna), Hutan Magrove (Kabupaten Buton Utara), Pulau Hoga (Kabupaten Wakatobi), Hutan Lambusango (Kabupaten Buton), Benteng Keraton Buton (Kota Bau Bayu), Desa Wisata Tangkeno (Kabupaten Bombana) dan permandian Tamborasi (Kabupaten Kolaka).

Potensi wisata Sultra optimistis menarik simpati wisatawan. Namun, ketersediaan hotel dan restoran atau rumah istrahat dan transportasi dinilai masih menjadi kendala serius yang harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Potensi wisata daerah ini merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun pemerintah maupun pelaku usaha sektor kepariwisataan harus berinvestasi mengatasi keterbatasan hotel, restoran, villa dan sarana transportasi jalan sehingga wisatawan mau mengeluarkan biaya besar sekalipun yang penting nyaman di lokasi wisata yang dikunjungi,” katanya.

Wakil Bupati Konawe Utara Raup mengatakan potensi wisata Konawe Utara dikenal dengan sebutan “Segi Tiga Berlian”, yakni Pulau Labengki, Air Panas Wawolesea dan Pantai Taipa.

“Konawe Utara terus bekerja keras mengatasi segala kekurangan yang kira-kira dapat menghambat minat wisatawan berkunjung ke Konawe Utara,” kata Raup.

Jalan poros trans Sulawesi yang melewati Konawe Utara dalam kondisi baik, namun ruas jalan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe meresahkan.

“Masalah listrik di Konawe Utara tahun ini dijamin sudah teratasi aliar Konawe Utara 2018 bebas krisis lisrik. Tahun ini investor listik asal Jerman sudah meninjau lokasi pembangunan listrik tenaga surya (PLTS) kapasitas 150 mega watt,” ujarnya.

Komentar kamu?